Archive for December, 2005

Ada Pemurtadan di Aceh

Tuesday, December 27th, 2005

Din Syamsudin: Ada Pemurtadan di Aceh

Oleh : Fakta 27 Dec, 05 - 5:00 pm

Depag Temukan Bukti Pemurtadan di Aceh
Jakarta-RoL — Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Din Syamsudin menyesal setelah menyaksikan adanya fakta proses pemurtadan di provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD), khususnya terhadap para korban tsunami.

"Dengan adanya bukti-bukti ini, memang tidak dapat diingkari adanya pihak yang mengail di air keruh," kata Din Syamsudin ketika menerima para ulama dan tokoh ormas atau lembaga Islam di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Senin (26/12).

Pada silaturahmi yang sengaja diadakan untuk melaporkan fakta pemurtadan itu, sejumlah fakta berupa Injil dalam bahasa Aceh, selimut bergambarkan salib, boneka atau mainan anak-anak bergambar sinterklas, booklet, brosur, pamflet berciri Islam tetapi isinya tentang agama tertentu diperlihatkan kepada publik.

Din yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah itu meminta para ulama dan ormas Islam untuk melakukan langkah-langkah pencekalan. Menurutnya, hanya dengan upaya nyata secara bersama-sama membentengi akidah umat, maka setiap bentuk pendangkalan akidah atau pemurtadan tidak akan berhasil.

Pertemuan yang juga dihadiri Muslim Ibrahim (Ketua organisasi Islam di Aceh), Ketua Kadin Syariat Alyasa` Abubakar, Imam Besar Masjid Baiturrahman dan sejumlah ulama serta aktivis muslim itu menyepakati untuk meningkatkan dakwah kepada masyarakat melalui ceramah, radio, buku-buku atau pamflet.

Untuk itu, Din mengimbau umat Islam untuk terus membantu Aceh, terutama untuk penempatan dai dan guru-guru.Din menegaskan, rekonstruksi Aceh tidak boleh mengubah warna dasar Aceh yang kental dengan nafas Islaman dan kultur Aceh. ant/pur (RioL)

Depag Temukan Bukti Pemurtadan di Aceh

BANDA ACEH — Kantor Departemen Agama (Depag) Kota Banda Aceh menemukan sejumlah barang bukti indikasi pemurtadan terhadap masyarakat, terutama warga pengungsi korban tsunami yang dilakukan pihak tertentu. Permurtadan dilakukan melalui bantuan kemanusiaan di daerah yang sudah berlaku Syariat Islam.

”Kita telah menemukan beberapa bukti di lapangan, namun hingga saat ini belum ada satu pun pelaku yang menyebarkan simbol-simbol pedangkalan aqidah umat Islam itu tertangkap basah,” kata Kepala Kantor Depag Kota Banda Aceh, Aiyub Ahmad, di Banda Aceh, Senin (12/12). Menurut dia, meski bukti pemurtadan itu telah didapat, namun pihaknya sulit menemukan pelakunya, karena pengedaran simbol-simbol agama tertentu itu dilakukan di belakang ‘layar’. Barang bukti yang ditemukan Kandepag dari pengungsi itu, kata dia berupa liflet.

”Kalau kita dapat pelakunya, maka akan kita usut karena tindakannya sudah menyalahi aturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, yakni Surat Keputusan Bersama (SKB) dua Menteri (Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri) yang menyatakan tidak dibenarkan menyiarkan agama kepada orang-orang yang sudah beragama,” papar Aiyub Ahmad. SKB itu juga melarang menyiarkan agama dengan cara penyebaran liflet dan poster, termasuk dengan membagikan lewat bantuan makanan.

Saat ini, lanjut Aiyub, pihaknya tengah bekerja sama dengan beberapa organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, seperti Muhammadyiah dan Aswaliyah untuk memantau dan menjaga pengaruh yang tidak wajar terhadap umat Islam di Aceh. ”Kami mengimbau semua pihak agar tidak melakukan tindakan yang menyimpang dari tujuan kemanusiaan di daerah ini,” tambahnya.

Pada bagian lain, Aiyub juga menjelaskan bahwa Majelis Pemusyawaratan Ulama (MPU) telah memanggil dan menasehati 17 lembaga swadaya masyarakat (LSM/NGO) agar mereka dapat menghormati adat dan istiadat yang berlaku di provinsi ujung paling barat Indonesia ini. Manyangkut adanya permurtadan di Aceh, Menteri Agama, Maftuh Basyuni, sehari sebelumnya, mengatakan warga Aceh punya hak untuk menyelesaikannya sendiri. ”Sebagai orang Aceh harus bisa membereskan jika ada upaya pemurtadan terhadap masyarakat di sini,” katanya

I Love Mom

Thursday, December 1st, 2005

FOR ALL MOTHERS ON EARTH….

Ketika itu, Tuhan telah bekerja enam hari lamanya.
Kini giliran diciptakan para ibu.
Seorang malaikat menghampiri Tuhan dan berkata lembut: "Tuhan, banyak nian waktu yg Tuhan habiskan untuk menciptakan ibu ini?"  dan Tuhan menjawab pelan: "Tidakkah kau lihat perincian yang harus dikerjakan?

01) Ibu ini harus waterproof (tahan air / cuci) tapi bukan dari plastik.
02) Harus terdiri dari 180 bagian yang lentur, lemas  dan tidak cepat capai
03) Ia harus bisa hidup dari sedikit teh kental dan makanan seadanya  untuk mencukupi kebutuhan anak-anaknya
04) Memiliki kuping yang lebar untuk menampung keluhan anak-anaknya
05) Memiliki ciuman yang dapat menyembuhkan dan menyejukan hati anaknya
06) Lidah yang manis untuk merekatkan hati yang patah, dan
07) enam pasang tangan!! — Malaikat itu menggeleng-gelengkan kepalanya "Enam pasang  tangan….? tsk tsk tsk" — "Tentu saja! Bukan tangan yang merepotkan Saya, melainkan tangan yang melayani sana sini, mengatur Segalanya menjadi lebih baik…." balas Tuhan
08) Juga tiga pasang mata yang harus dimiliki seorang ibu "Bagaimana modelnya?" Malaikat semakin heran. Tuhan mengangguk-angguk. "Sepasang mata yang dapat menembus pintu yang tertutup rapat dan bertanya: "Apa yang sedang kau lakukan di dalam situ?", padahal sepasang mata itu sudah  mengetahui jawabannya. "Sepasang mata kedua sebaiknya  diletakkan di belakang kepalanya, sehingga ia bisa  melihat ke belakang tanpa menoleh. Artinya, ia dapat melihat apa yang  sebenarnya tak  boleh ia lihat dan sepasang mata ketiga untuk  menatap lembut seorang anak yang  mengakui kekeliruannya. Mata itu harus bisa bicara! Mata itu harus berkata: "Saya mengerti dan saya sayang padamu". Meskipun tidak diucapkan  sepatah kata pun.  "Tuhan", kata malaikat itu lagi, "Istirahatlah". "Saya tidak dapat, Saya sudah hampir  selesai"
09) Ia harus bisa menyembuhkan diri sendiri kalau ia sakit.
10) Ia harus bisa memberi makan 6 orang dengan satu setengah ons daging
11) Ia juga harus menyuruh anak umur 9 tahun mandi pada saat anak itu tidak ingin mandi….

Akhirnya Malaikat membalik balikkan contoh Ibu dengan perlahan.  "Terlalu lunak", katanya memberi  komentar.  "Tapi kuat", kata Tuhan bersemangat. "Tak akan kau bayangkan betapa banyaknya yang bisa  ia tanggung, pikul dan derita.  "Apakah ia dapat berpikir?" tanya malaikat lagi.  "Ia bukan saja dapat berpikir, tapi ia  juga dapat memberi gagasan, ide dan berkompromi",  kata Sang Pencipta.  Akhirnya Malaikat menyentuh sesuatu dipipi. "Eh, ada  kebocoran di sini"
"Itu bukan kebocoran", kata Tuhan. "Itu  adalah air mata…. air mata kesenangan, air mata kesedihan, air mata kekecewaan, air mata kesakitan,air mata kesepian, air mata kebanggaan,  airmata….,  airmata…." Akhirnya Malaikat berkata pelan pada pembaca………:

" JIKA KAMU MENCINTAI IBU MU KIRIMLAH CERITA INI  KEPADA ORANG LAIN, AGAR SELURUH ORANG DI  DUNIA INI DAPAT MENGHORMATI, MENCINTAI DAN  MENYAYANGI IBUNYA"

Rully^Love^Bunda

Cahaya Aurat

Thursday, December 1st, 2005

Cahaya Aurat
B2

Ribuan jilbab berwajah cinta
Membungkus rambut, tubuh sampai ujung kakinya
Karena hakekat cahaya Allah
Ialah terbungkus di selubung rahasia
Siapa bisa menemukan cahaya?
Ialah suami, bukan asal manusia

Jika aurat dipamerkan dikoran dan dijalanan
Allah mengambil kembali cahaya-Nya
Tinggal paha mulus dan leher jenjang
Tinggal bentuk pinggul dan warna buah dada

Para lelaki yang melototkan mata
Hanya menemukan benda
Jika wanita bangga sebagai benda
Turun ke tingkat batu derajat kemakhlukannya
Jika lelaki terbius oleh kekayaan dunia
Luntur manusianya