Kita Bertanya Al-Qur’an Menjawab

June 12th, 2008 by gadiz-batavia

ﻪﺘﺎﻜﺮﺒﻮ ﷲﺍﺔﻤﺤﺭﻮ ﻡﻜﻴﻠﻋﻢﻼﺴﻠﺍ

JANGAN MENGELUH ……….. Kita selalu Bertanya…. ……… …….dan Al-Quran sudah menjawabnya………… …..

KITA BERTANYA : KENAPA AKU DIUJI?

QURAN MENJAWAB "Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; "Kami telah beriman," ("I am full of faith to Allah") sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji org2 yg sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui org2 yg benar dan, sesungguhnya Dia mengetahui org2 yg dusta." -Surah Al-Ankabut ayat 2-3

KITA BERTANYA : KENAPA AKU TAK DAPAT APA YG AKU IDAM-IDAMKAN?

QURAN MENJAWAB "Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui." - Surah Al-Baqarah ayat 216

KITA BERTANYA : KENAPA UJIAN SEBERAT INI?

QURAN MENJAWAB "Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya." - Surah Al-Baqarah ayat 286

KITA BERTANYA : KENAPA RASA FRUSTASI?

QURAN MENJAWAB "Jgnlah kamu bersikap lemah, dan jgnlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah org2 yg paling tinggi darjatnya, jika kamu org2 yg beriman." - Surah Al-Imran ayat 139

KITA BERTANYA : BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?

QURAN MENJAWAB "Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan) , dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih daripada kesabaran musuh, di medan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertaqwalah (be fearfull of Allah The Almighty) kamu kepada Allah supaya, kamu berjaya (mencapai kemenangan)."

KITA BERTANYA : BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?

QURAN MENJAWAB "Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang; dan sesungguhnya sembahyang itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk" - Surah Al-Baqarah ayat 45

KITA BERTANYA : APA YANG AKU DAPAT DRPD SEMUA INI?

QURAN MENJAWAB "Sesungguhnya Allah telah membeli dari org2 mu’min, diri, harta mereka dengan memberikan syurga utk mereka… ? - Surah At-Taubah ayat 111

KITA BERTANYA : KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?

QURAN MENJAWAB "Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dari Nya. Hanya kepadaNya aku bertawakkal." - Surah At-Taubah ayat 129

KITA BERKATA : AKU TAK DAPAT TAHAN!!!

QURAN MENJAWAB "… ..dan jgnlah kamu berputus asa dr rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dr rahmat Allah melainkan kaum yg kafir." - Surah Yusuf ayat 12

Sekedar u/ Share aja… semoga bermanfaat untuk qt semua note :from Milis kafemuslima

Allah Hafiz

Mata

November 25th, 2007 by gadiz-batavia

Di matamu
kulihat cakrawala
Yang indah mempesonaku

Di matamu
kulihat sebusur panah
Yang melesat terbang menusuk jantung hatiku

Di matamu
kulihat bulan purnama
Yang tidak panas namun menerangi

Di matamu
kulihat penantian panjang
menyapa dan memanggilku
"segeralah kamu ke aku
"

July 25th, 2007 by gadiz-batavia

Ada Cinta

ucapkanlah kasih satu kata yg ku nantikan
sebab ku tak mampu membaca matamu
mendengar bisikmu

nyanyikanlah kasih senandung kata hatimu
sebab ku tak sanggup mengartikan getar ini
sebab ku meragu pada dirimu

reff:
mengapa berat ungkapkan cinta
padahal ia ada
dalam rinai hujan
dalam terang bulan
juga dalam sedu sedan

mengapa sulit mengaku cinta
padahal ia terasa
dalam rindu dendam
hening malam
cinta terasa ada

nyanyikanlah kasih senandung kata hatimu
sebab ku tak sanggup mengartikan getar ini
sebab ku meragu pada dirimu

Seputar Rajab

July 16th, 2007 by gadiz-batavia

Seputar Rajab

Bulan Rajab akan kita masuki beberapa hari lagi, 26 Juli 2006 ini insyaAllah. Ini berarti bulan depan adalah bulan Sya’ban dan dua bulan lagi kita akan bertemu dengan Ramadhan, Insya Allah, jika Allah Mengijinkan. Ramadhan adalah bulan berjuta keutamaan. Sya’ban juga memiliki keutamaannya sendiri, terutama bagi mereka yang bersiap-siap, melakukan pemanasan, agar bisa langsung tancap gas begitu Ramadhan tiba.

Lalu bagaimana dengan bulan Rajab? Bulan Rajab termasuk bulan haram dan puasa di bulan-bulan haram itu maqbul (diterima) dan musthahab (disukai) dalam keadaan apa pun. Bulan haram adalah bulan yang peperangan dilarang atau diharamkan dalam bulan itu. Bulan haram ada empat bulan, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” QS. At Taubah [9] : 36.

Sunnah berpuasa di bulan haram diriwayatkan dari kisah Mujibah al Bahiliyah, dalam hadits riwayat Abu Daud.
Ia menemui Rasulullah saw lalu pergi. Setelah setahun berlalu, ia datang lagi dengan penampilan dan keadaan yang telah berubah. Ia berkata, “Wahai Rasulullah, engkau mengenalku?” “Siapa kamu?”, tanya Rasul. Ia menjawab, “Saya Al-Bahili, yang pernah datang padamu tahun lalu.” Beliau menjawab, “Apa yang mengubah dirimu, padahal dahulu engkau berpenampilan bagus?” Ia menjawab, “Saya tidak makan selain pada waktu malam semenjak berpisah denganmu. “
“Mengapa engkau menyiksa diri?”, tanya Rasul. Beliau lalu meneruskan, “Puasalah pada bulan sabar dan sehari setiap bulan.” Ia berkata, “Tambahkanlah karena aku kuat melakukannya.” “Puasalah dua hari.”, jawab Rasul. “Tambahkanlah.”, tawarnya. “Berpuasalah tiga hari.”, jawab Rasul. “Tambahkanlah.”, pintanya lagi. Beliau menjawab, “Puasalah di bulan haram lalu tinggalkanlah, puasalah di bulan haram lalu tinggalkanlah, puasalah di bulan haram lalu tinggalkanlah.” Beliau berkata sambil menunjukkan tiga jarinya, menggenggam lalu melepaskannya.

Namun tidak ada riwayat yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW melakukan puasa sebulan penuh pada bulan Rajab. Sedangkan hadits-hadits yang menceritakan bahwa kalau melakukan shalat ini dan itu akan mendapatkan ganjaran ini dan itu, jika melakukan puasa sejumlah hari akan mendapatkan ganjaran ini dan itu, atau barang siapa beristighfar akan mendapatkan ganjaran ini dan itu; kebanyakan adalah hadits dhaif dan mungkar. Misal hadits, “Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulanku (Rasulullah SAW), dan Ramadhan adalah bulan umatku.”; hadits ini oleh para muhaddits dimasukkan sebagai hadits palsu dan mungkar. Meski demikian, tidak berarti kita tidak boleh shalat, puasa, atau pun istighfar pada bulan Rajab ini.

Jika pernah mendengar puasa di tanggal 27 Rajab, maka DR. Yusuf Qaradhawi dalam buku Fiqh Puasa-nya memasukkan puasa ini sebagai puasa bid’ah. Orang-orang yang berpuasa pada tanggal ini melakukannya karena malam 27 Rajab adalah malam Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Dalam hal ini, Ibnu Taimiyah berkata, “Tidak dikenal oleh seorang pun dari kalangan kaum muslimin yang menjadikan malam Isra’ sebagai malam istimewa, berbeda dengan yang lain. Para sahabat dan tabi’in tidak pernah mengkhususkan malam Isra’ dengan amalan-amalan tertentu, tidak juga mengenangnya dengan acara-acara tertentu. Oleh karena itu, tidak ada malam–termasuk malam Isra’, yang dianggap sebagai malam yang paling utama bagi Rasulullah SAW. Tidak ada dalil yang diketahui tentang bulannya, tentang 10 harinya, apalagi tentang hari H, bahkan nukilan tentang itu, semua terputus riwayatnya dan saling berselisih. Tidak ada yang qath’i tentang itu dan tidak ada syariat bagi kaum muslimin yang mengistimewakan malam itu dengan shalat atau lainnya.”

Sehingga, yang paling baik bagi kita untuk bulan Rajab ini adalah memperbanyak amalan-amalan shalih dan memperbanyak puasa karena keutamaan bulan haram, serta tidak berpuasa sebulan penuh layaknya bulan Ramadhan; bukan karena ganjaran ini dan itu yang keshahihan syari’atnya tidak bisa dipertanggungjawabkan, tetapi dalam rangka mempersiapkan diri menjelang pertemuan dengan Ramadhan.

Wallahu a’lam bishshawab.

Referensi:
Fiqh Puasa, DR. Yusuf Qaradhawi
Fiqh Ramadhan, Ahmad Sarwat, Lc

dikutip dari Jeng Siska Blog :D

Renungan Malam

July 5th, 2007 by gadiz-batavia

Betapa risaunya hati terbuai dunia, sering kali ia membuat lupa. Kesibukan tiada henti, tak berkurang setiap hari. Betapa lelah diri ini…

Malam itu setelah semua cinta tertidur, kucoba merenung tentang sebuah kehidupan yang telah dan sedang aku jalani. Tanpa rencana aku dengarkan sebuah lagu yang cukup membuatku tersentuh. Lagu itu tenang dihiasi tampilan gambar kematian. Dalam keheningan malam aku terdiam merenungkan salah satu baitnya.

Each soul has its given date who knows tomorrow could be your day Come on my brothers let’s pray Decide now, do not delay

Kematian, mungkin besok datang menjemput, siapa yang tahu. Cukuplah itu menjadi pengingat walau sejenak. Zikrul maut memang cara mujarab untuk sejenak melupakan hiruk pikuk kesibukan dunia. Walau bukan satu-satunya cara, namun melihat jasad tak berdaya terbalut kafan sering kali membuat hati ini tertunduk.

Sekian kali aku melihat kematian, sekian kali melewati pekuburan. Di liang lahat sang jasad sepi sendiri, gelap dalam perut bumi. Cukuplah itu menjadi pengingat, membatasi canda kesenangan dunia.

Hidup ini akan terus berlangsung hingga waktu yang ditetapkan. Di antaranya silih berganti kebaikan dan keburukan. Meluangkan waktu untuk merenung serta mengingat kematian selalu memberikan semangat baru untuk menjaga kebaikan tetap di atas keburukan. Upaya menghisab diri merenungi amal dan dosa senantiasa menumbuhkan energi untuk menjaga diri agar jauh dari keterpurukan.

Sungguh keheningan selalu menjadi saat yang tepat untuk merenung, karena ia adalah lawan dari hiruk pikuk yang melupakan dan melalaikan. Rasulullah mengajarkan manusia untuk merenung dalam keheningan ziarah kubur. Sebagaimana Kalam Allah dalam Al-Muzammil menegaskan heningnya malam sebagai saat untuk sujud mengadu dan menghisab diri.

Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. Sesungguhnya kamu pada siang hari mempunyai urusan yang panjang (banyak).

Syukur kepada-Mu ya Rabbi atas kesempatan merenung malam ini. Detik-detik perenungan sungguh bagaikan setetes embun yang kembali menyegarkan jiwa. Ia bagaikan penahan laju kesibukan dunia untuk sejenak menghela nafas menatap arah, untuk sejenak membuang lupa.
***

Ya muqollibal qulub…tsabbit quluubana ála dienika wat tho’atika

(kutipan dari eramuslim.com)

MELATI YANG TAK TERLUPAKAN

June 21st, 2007 by gadiz-batavia

Melati Yang Ku Lihat Di Musim Kemarau
Begitu Indah Dipandang Mata
Kini 3 Tahun Sudah Terlewati
Tanpa Melihat Melati Putih Itu

Ketika Melati Itu Tersenyum Maniz Padaku
Kenapa Hatiku Dingin Melihatnya
Ketika Melati Itu Menawarkan Sejuta Pesonanya Padaku
Kenapa Aku Hanya Diam Menatapnya
Ketika Melati Itu Menawarkan Sarinya Untukku
Kenapa Aku Harus Mengacuhkannya

Kemana Arah Hatiku Saat itu
Mengapa Kini Baru Kusadari Setelah
Melati Itu Tlah Jadi Milik Yang Lain

Kini Melati Itu Telah Lelah Berharap Cinta Padaku
Melati Itu Meneteskan Air Mata
Melati Itu Layu Sebelum Berkembang
Kelopaknya Berguguran Satu Per Satu

Sungguh Malang Nasib Melati Ku
Aku Memang Terlalu Bodoh & Angkuh
Sampai Mengabaikan Pesona Kecantikanmu Melati
Aku Menyesali Atas Semua Tindakan & Perbuatanku
Pada Mu Melati Putihku

Melatiku Kenapa Saat Itu Tidak Ada Cinta Dihatiku Tuk Dirimu
Kenapa Aku Harus Mengecewakan Mu
Tega Sekali Aku Terhadap Mu Melati Ku

Kulihat Melatiku Terpuruk & Bersedih Karna KeAngkuhanku
Tapi Aku Tak Mampu Berbuat Apa² Tuk Melatiku
Agar Keindahan Melati Putihku Kembali Menebarkan Pesonanya

Melatiku Maafkanlah aku & lupakan aku
Yang Tak Pantas Mendampingimu
Ku Ingin Kau Bahagia & Tersenyum Indah
Walau Tanpa Aku Disisi Kehidupanmu
Selamat Tidur Melati Putihku
Semoga Esok Kelak Kau Akan Menemukan CINTA SEJATIMU

JANGAN KAGET, ISTRIKU ADA EMPAT

June 21st, 2007 by gadiz-batavia
Sependengaran saya dan katanya para pecinta wanita, orang boleh beristri empat maka saya pun terjebak ikut ikutan. Ibu-ibu dan mbak-mbak jangan keburu berprasangka yang aneh-aneh karena saya dengan niatan baik - baik ingin memperkenalkan satu persatu istri saya dengan segala perangainya agar semua orang tidak tertipu seperti diri saya. Dari rasa terdalam, petiklah pelajaran ini…

Istri pertama berinisial R, dia lebih tua dari saya tetapi selalu setia mendampingi kemananpun saya pergi. Cerewetnya setengah mati, tapi anehnya saya kurang begitu mendengar suaranya. Lamat-lamat yang hanya bisa saya hafal adalah perkataannya yang selalu menohok " mas…kalau sampeyan berkhianat kepada saya, itu sama saja mas berkhianat kepada diri sendiri. Kalau menyakiti saya sama saja menyakiti diri sendiri…saya tahu kok kemana saja mas pergi…toh akhir hayat nanti hanya aku yang mau sama mas…lainnya belum tentu..wong saya di takdirkan sehidup semati selalu bersatu dengan mas…mas adalah aku, aku adalah mas… sebab akulah sejatinya emas.

Ah…perkataan itu sering kuanggap badai tsunami yang telah lewat…

Tetapi harus saya akui, kalau lagi merasakan kehampaan hidup, hanya dia yang sanggup melapangkan dada dan menaungi segala kegelisahan. Ketiga istri yang lain tak sanggup bahkan acuh cuek bebek. Dan memang percuma menyampaikan keluh kesah kepada mereka sebab mereka tak pernah mengerti dengan sungguh-sungguh apa sebenarnya tujuan hidup saya..

Istri kedua berinisial J , Ia begitu mengharap diri saya agar selalu bersamanya walaupun terkadang saya agak malas menengok karena rumahnya agak jauh dari realitas keseharian. Padahal kalau saya lagi dekat dengan dia…wah… segalanya begitu terfasilitasi . Maklum, kayaknya dia memang ditakdirkan untuk itu. Bayangkan, saya pengen ke Amrik, sekejab mata ia bisa memenuhinya. Saya lagi bingung mencari anak seorang teman yang hilang, Ia dengan segala akses satelit GPS plus Bio Personal Electric Detector super canggih mampu memberitahu dimana si bocah berada. Ketika saya lagi kangen pengen mengenang masa lalu beserta kejadian-kejadian yang terlewati eehh…dia sudah punya dokumen multimedia lengkap mengenai diri saya mulai kecil, tiga dimensi lagi…Bahkan kalau ingin sekedar coba-coba memprediksi masa depan, dia pun punya alat dan data yang lebih akurat dari tehnologi terkini yang pernah ada. Terkadang kalau dah kepepet butuh uang, saya juga menyambanginya, meminta informasi lowongan pekerjaan. Sebenarnya sebagai lelaki ya malu seh…tapi bagaimana lagi..dia di mata saya bagaikan ratu yang memiliki segala akses, entah itu politik, ekonomi, tehnologi, budaya, ilmu cacing jaringan pergerakan bawah tanah dan masih banyak lagi. Dia cuman pesan…pokoknya selama mas berada di wilayahku, kebutuhan mas pasti saya penuhi dengan servis kilat secepat buraq. Sebab aku sama mas I love you full…..saya nggak kepingin mas kembali ke istri tua…

Istri ketiga berinisial O, Tergolong muda. Begitu smart, cerdas, analitis, dan tanggap. Ia bagaikan sekretaris pribadi. Referensinya. .naudzubillah. ..seperpustakaan dunia berada di hardisknya.. .nggak main-main ! Saya terkagum-kagum dengan kemampuannya. Setiap kejadian dalam hidup saya, ia selalu ingin maju tampil terdepan. Ia bagaikan hot news yang selalu update berita terbaru. Bahkan yang sering terjadi, saya sebagai laki-laki sering dipecundangi dengan kelihaian referensinya. Ia sering curang dan pandai sekali beralasan. Entah mungkin gawan bayi kali… Ehh.. anehnya kok saya ini begitu suka setengah mati…Mungkin kekaguman saya menutupi segala keburukannya kali… ? Tetapi terkadang saya jadi agak malas, karena ia paling sok unggul dan narcis di banding ketiga istri yang lainnya. Saya paling tidak suka kalau ia mulai mencampuri urusan pribadi saya dengan ketiga istri saya yang lainnya. Sebab kalau semua istri sudah berkumpul dia selalu membanggakan prinsip hidupnya " knowledge is power ". Dan saya hafal betul arah pembicaraan itu akhirnya menyeret kepada falsafah hidup "no power without knowledge", lahaula wala quwwata ila bil knowledge. Kalau sudah nglantur ke arah ini, saya nggak main-main untuk mendampratnya. Kalau saya sudah marah sama dia, jalan termudah dengan puasa mendiamkannya, tidak menanggapi secuilpun idenya. Entah sehari bahkan berminggu-minggu. ….

Istri keempat berinisial D, masih ABG… waduh…jangan ditanya lagi…wong namanya istri termuda ya pasti semlohhaiii la yauw…Tapi disinilah masalahnya.. .fisik saya yang sudah makin bertambah umur ini terus terang nggak mampu menandinginya. Istilah banting tulang geger pedhot, punggung pegal peyok kabeh benar-benar terjadi nggak karu-karuan kalau saya sudah berdua dengannya… .hanya kamulah denokku…lainnya nggak ingat…Harus saya akui, segala aktifitas banyak tersedot untuk kebutuhan istri termuda ini…Sebab perhiasan, tanah, aset, bersolek, berbelanja, disanjung dan bikin organisasi ( arisan akses plus ngrumpi dengan bahasa elit ) adalah rutinitas kebutuhannya.

Oaalaah malangnya diriku….semua sudah terlanjur melekat dan mendekap ingin dekat denganku…bayangka n satu banding empat….capek deh….peyok deh..Semua sudah terlanjur… .Tapi bagaimanapun aku seorang lelaki yang harus gagah dan tegas menentukan pilihan hidupku.

Untuk itu, sekali lagi, perkenalkanlah dengan sunguh-sungguh keempat istriku agar para lelaki tidak terombang - ambing dalam keadaan sangat senang dan sangat menderita, seperti surga neraka yang sedang bergolak dalam diriku….cukup satu saja agar hidup ini tenang…

Istri pertama berinisial R alias Ruh, Istri kedua berinisial J alias Jiwa, Istri ketiga berinisal O alias otak, istri keempat berinisal D alias Dunia

Istri adalah perlambang keterikatan diri yang sangat mendekap. Suami adalah perlambang khalifah sang pemimpin, sang penentu. Jelaslah makna tersirat bahwa Lelaki adalah dan harus menjadi pemimpin wanita. Tak peduli berjenis kelamin apa. Nyata bahwa setiap manusia adalah pemimpin. Maka jadi khalifah harus adil karena dialah yang menentukan kapan harus beristri satu atau empat, kapan ia berbagi dengan keempatnya. Sebab sang lelaki biasa condong ke istri termuda.

Kalau nggak bisa adil awas !…barangkali kelelakiannya harus disunat dua kali ! tak sobek-sobek !…uupps… iih seerrrem…ddhhuua kali bro….( para lelaki nggak usah reflek bersikap ngapurancang seperti pemain bola menghadapi tendangan bebas, wong maksudnya bukan yang itu ).

Iya dong ! kenapa sih perkakas itu disebut kemaluan ? karena disitulah hakekat rasa malu terpusat. Jika rasa malu ini sudah tak bereaksi terhadap istri tertua, maka ia perlu di hukum dengan cara yang menyakitkan agar dalam shock therapy ketakutan sengeri neraka, perkakas itu bereaksi lagi dan akhirnya tahu diri bahwa bisa begini begitu berkat istri tertua.

Sebab rasa malu kita biasanya hanya beraksi terhadap istri termuda. Kita malu kalau nggak punya baju bagus…kita malu kalau nggak punya mobil…kita malu kalau dianggap miskin…kita malu menerima pemberian Allah bahwa wajah kita biasa-biasa saja dan akhirnya harus bolak balik operasi ember…kita malu dan tidak terima kalau nama pemberian orang tua yang sudah lengkap dan bagus belum di tambah-tambahi dengan gelar Kyai, Ustadz, Prof, DR, SH, SPsi, LC, MBA, IBF, WBC, , dll, dsb, etc, btw, ttd…cpd

Semoga tetap beristri satu, lainnya cukup jadi pembantu

Denting

June 9th, 2007 by gadiz-batavia

DENTING 

denting yang berbunyi
dari dinding kamarku
sadarkan diriku dari lamunan panjang
tak terasa malam kini semakin larut
ku masih terjaga
sayang kau di mana aku ingin bersama
aku butuh semua untuk tepiskan rindu
mungkinkah kau di sana merasa yang sama
seperti diriku di malam ini
rintik gerimis mengundang
kekasih di malam ini
kita menari dalam rindu yang indah
sepi kurasa hatiku saat ini oh sayangku
jika kau di sini
aku tenang

Lovely More

June 9th, 2007 by gadiz-batavia

Dalam rona kehidupanku begitu berwarna
Kedamaian, keharuan bathin ini
Sangat memberikan arti kehidupan yang sebenarnya

Angan & Kerinduanku …..
Saat ini sangat hangat kurasakan
Aku tahu dan merasakan Cinta kasihmu padaku

Yang telah membuat relung kalbu di hatiku
Begitu indah bagai hamparan bunga yang harum
Di Taman Surgawi

Mengenang DIa

June 9th, 2007 by gadiz-batavia

" MeNgenanG DIA "

Saat Ku mengenang dia
Bathin ku begitu sesak
Air mata pun tak tertahan lagi

Sejuta Impian & Pengharapan u/ tetap bersamanya musnah sudah
Kini dia tak bersamaku lagi …….
Dia tak lagi menanti & menjemputku di persimpangan jalan itu

Tak ada lagi tempat ku bersandar
Tak ada lagi dekapan dan kecupan mesrah tuk diriku
Tak ada bisikan-bisikan mesrah dari sebrang sana tuk penghantar tidurku

Kini Dia hanya sebuah kenangan indah yang sulit terlupakan
Namun sangat menyesakan dada bila kenangan itu bangkit kembali
Kasih… walaupun tak ada lagi cinta di antara kita

Namun biarkanlah kenangan itu akan tersimpan & membeku
Di hatiku yang paling dalam
Selamat malam kekasih hatiku

Semoga Tuhan & Peri - Peri Cantik
Memberikan kebahagian tuk kita
Walau kita tak bersama lagi
(Memory Juni 2002)